Sabtu, 12 November 2016



LAPORAN PRAKTIKUM
PROSES OKSIDASI DAN PROSES RESPIRASI
Diajukan untuk melengkapi tugas dalam mata kuliah Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh               :
Mira Novianti                           (14541002)
Hisny Fadilaty                          (14541005)
Irma Yuliana                             (14541017)      
Hiban Alianur                           (14541021)
Ulfah Mutia Khoerunnisa         (14541032)
Rani Aprianti                            (14541041)
Sarah Nurhidayah                     (14541024)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT
2016


AKTIVITAS ENZIM AMYLASE
       I.            Tujuan
1.      Mengetahui proses respirasi sel
2.      Memahami proses respirasi anaerob (Fermentasi)
3.      Menentukan jenis respirasi pada suatu sel makhluk hidup
4.      Memahami proses oksidasi dalam respirasi.
    II.            Landasan Teori
A.     Pengertian Respirasi
Respirasi dalam sel adalah proses di mana energi potensial dari nutrisi berubah menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh atau organisme dimana sel berada. Respirasi terjadi di kedua sel tumbuhan dan hewan, dan umumnya memanfaatkan nutrisi glukosa, asam lemak dan asam amino untuk menghasilkan energi. Respirasi selular biasanya melibatkan oksidasi molekul untuk melepaskan energi, tetapi respirasi dapat dicapai tanpa oksigen.
faktor-faktor yang mempengaruhi laju respirasi adalah sebagai berikut :
Usia: Semakin tua usia, semakin sedikit rspirasi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan regenerasi sel sehingga respirasi yang dibutuhkan pun sedikit
Berat Badan: Organisme yang berat badannya lebih berat,lebih banyak respirasi yang dibutuhkan karena jumlah sel yang dimiliki lebih banyak dibanding organisme yang lebih ringan berat tubuhnya.
Jenis Kelamin: Betina lebih banyak melakukan respirasi karena betina memiliki sistem hormonal yang lebih kompleks dibanding jantan.
Suhu: Semakin tinggi suhunya, semakin banyak respirasi yang dibutuhkan karena H2O yang dihasilkan oleh respirasi berguna untuk menyesuaikan tubuh dengan menurunkan suhu.
Aktivitas: Semakin banyak aktivitas, semakin banyak respirasi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan akibat banyaknya energi yang dibutuhkan.
B. Jenis-jenis Respirasi
1. Respirasi Aerobik (aerob)
Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Secara sederhana, respirasi yang satu ini diartikan sebagai sebuah reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan demikian dalam prosesnya keberadaan oksigen sangat dibutuhkan. Hasil dari reaksi ini adalah energi dengan jumlah yang besar. contoh : Nitrosomonas, Nitrobacter, Nitrosococcus.
Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yaitu glikolosis, siklus krebs dan transport elektron.
Glikolisis
Kata glikolisis berarti menguraikan gula dan itulah yang tepatnya terjadi selama jalur ini. Glukosa, gula berkarbon enam, diuraikan menjadi dua gula berkarbon tiga. Gula yang lebih kecil ini kemudian dioksidasi, dan atom sisanya disusun ulang untuk membuat dua molekul piruvat.
Siklus krebs
Glikolisis melepas energi kurang dari seperempat energi kimiawi yang tersimpan dalam glukosa, sebagian besar energi itu tetap tersimpan dalam dua molekul piruvet. Jika ada oksigen molekuler, piruvat itu memasuki mitokondria dimana enzim siklus krebs menyempurnakan oksidasi bahan bakar organiknya.
Transpor Elektron
elektron adalah serangkaian reaksi pemindahan elektron melalui proses reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Hidrogen yang terdapat pada molekul NADH serta ditranspor dalam serangkaian reaksi redoks yang melibatkan enzim, sitokrom, quinon, pirodoksin, dan flavoprotein. Pada akhir transport elektron, oksigen akan mengoksidasi elektron dan ion Hidrogen (H) menghasilkan air (). Transport elektron terjadi pada membran dalam mitokondria
2. Respirasi anaerob
Respirasi anaerobik adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal dehida, sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alcohol.
Respirasi anaerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah, sedangkan pada tumbuhan, ragi, reaksi ini menghasilkan dan alkohol. Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi, yaitu 2 ATP.
Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa. Selain glukosa, bahan baku seperti fruktosa, galaktosa dan malosa juga dapat diubah menjadi alkohol. Hasil akhirnya adalah alcohol, karbon dioksida dan energi. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida, energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik
Dalam pemanfaatan oksigen untuk respirasi bakteri anaerob terbagi atas :
  • Anaerob obligat yaitu kelompok bakteri yang tidak membutuhkan bebas, bahkan jika kontak dengan oksigen akan mematikan organisme tersebut.
  • Fakultatif aerob atau fakultatif anaerob, dapat menggunakan sebagaiakseptor elektron, atau sebagai penggantinya, diambil oksigen dari garam-garam seperti NaNO3 Penggunaan pengganti ini kadang-kadang disebut jugarespirasi anaerob.
C.  Reaksi Oksidasi Pada Ragi
Reaksi Oksidasi dapat didefinisikan sebagai peristiwa kehilangan elektron atau kehilangan hydrogen, sehingga disebut juga reaksi dehidrogenasi. Bila suatu senyawa dioksidasi maka harus ada senyawa lain yang direduksi, yaitu akan memperoleh elektron atau memperoleh hydrogen.(Sri Widya : 2000)
Pengertian sempit oksidasi biologi: reaksi suatu zat dengan molekul oksigen. Di dalam system biologi sel makhluk hidup, reaksi oksidasi reduksi berperan dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi. Contohnya pada oksidasi glukosa menjadi CO , air dan energi.
Proses oksidasi reduksi ini dapat berlangsung secara anaerob maupun aerob. pada keadaan aerob reaksi berlangsung tanpa adanya oksigen sebagai penerima akhir elektron atau hydrogen. Contohnya adalah proses peragian karbohidrat oleh sel ragi. Karbohidrat seperti pati, glukosa, sukrosa, dll. Dapat diuraikan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam ragi menjadi CO dan etanol. Pada keadaan aerob reaksi berlangsung dengan menggunakan oksigen sebagai penerima akhir elektron atau hydrogen. Keadaan ini dapat ditemukan pada berbagai sel hidup dalam lingkungan yang cukup oksigen. Hasil akhir oksidasi aerob adalah CO dan air.
Di dalam sel ragi karbohidrat seperti sukrosa, glukosa dapat diuraikan dalam keadaan anaerob oleh enzim-enzim dalam ragi menjadi CO dan etanol. Namun zat makanan laktosa tidak dapat diragikan. Oleh karena itu biasanya orang membuat tape dengan bahan singkong atau beras ketan.
D.     Proses Respirasi
Proses yang Terjadi pada Respirasi Anaerob
Proses respirasi anaerob didapati pada reaksi fermentasi dan pernapasan intra molekul. Respirasi anerob, glukosa dipecah secara tidak sempurna menjadi komponen H2O dan CO2. Di respirasi anaerob, hidrogen bergabung bersama sejumlah komponen yaitu Asam Piruvat, Asetaldehida yang selanjutnya membentuk asam laktat dan etanol.
Macam-macam Contoh Respirasi Anaerob
Pernahkah kalian membuat atau melihat cara membuat tape ? Tape dibuat dari singkong yang dikukus lalu ditaburi dengan ragi. Jika setelah diberi ragi singkong tersebut dibiarkan dalam udara terbuka maka kalian tidak mendapatkan tape yang diinginkan, mengapa demikian ?
Pembuatan tape merupakan salah satu contoh proses fermentasi yang menghasilkan alkohol. Fermentasi alkohol merupakan contoh proses respirasi anaerob, yang tidak memerlukan oksigen.
Oleh karena itu jika membuat tape, singkong yang telah ditaburi dengan ragi tersebut disimpan dalam ruang tertutup yang tidak atau sedikit mengandung udara. Misalnya setelah singkong beragi tersebut ditaruh dalam panci, kemudian panci tersebut dibungkus rapat dengan kain agar kondisinya menjadi anaerob.
Respirasi anaerob merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah, sedangkan pada tumbuhan, ragi, reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol. Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi, yaitu 2 ATP.
Respirasi anaerob menghasilkan:asam laktat (A) atau etanol (B).Gambar: Respirasi anaerob menghasilkan:asam laktat (A) atau etanol (B).Respirasi anaerob, disebut fermentasi atau peragian. Pada umumnya respirasi ini terjadi pada tumbuhan, fungi dan bakteri. Proses fermentasi sering disebut sesuai dengan hasil akhir yang terbentuk. Misalnya: fermentasi alkohol bila hasil akhir fermentasi berupa alkohol.
Macam-macam Proses Fermentasi
Menurut hasil samping yang terbentuk, maka fermentasi dibedakan atas:
fermentasi alkohol pada ragi (khamir) dan bakteri anaerobik.
fermentasi asam laktat pada umumnya di sel otot.
fermentasi asam sitrat pada bakteri heterotrof.
Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa, disamping itu juga terdapat fruktosa, galaktosa, dan manosa. Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida, dan energi. Alkohol bersifat racun bagi sel-sel ragi.
Sel-sel ragi hanya tahan terhadap alkohol pada kadar 9-18%. Lebih tinggi dari kadar tersebut, proses alkoholisasi (pembuatan alkohol) terhenti. Hal tersebut merupakan suatu kendala pada industri pembuatan alkohol.
Oleh karena glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbon dioksida, maka energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. Pada respirasi aerobik dihasilkan 675kal., sedangkan pada respirasi anaerobik hanya dihasilkan 21 kal. seperti reaksi dibawah ini:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal
 III.            Alat dan Bahan
1.      Alat:
a.       Tabung reaksi 6 buah
b.      Gelas kimia 500 ml
c.       Elenmeyer
d.      Corong
e.       Termometer
f.       Penjepit tabung reaksi
g.       Pipet tetes
h.      Gelas ukur
i.        Corong
j.        Kasa askes
k.      Rak tabung
l.        Spirtus
2.      Bahan:
a.       Metylen blue
b.      Larutan glukosa
c.       Larutan gist / ragi
  IV.            Cara Kerja
1.      Di beri label pada masing masing tabung dengan hurup A,B,C,D.
2.      5cc larutan gist yang telah di buat kemudian panaskan dengan bunsen
3.      Masing-masing 1cc larutan gist yang telah di panaskan ambil lalu dimasukan masing-masing  ke dalam A dan B .
4.      Kemudian 5cc larutan gist yang masih dingin di ambil lalu dimasukan masing masing 1cc ke dalam C dan D.
5.      1cc larutan glukosa 10% dan 1cc methylen blue di tambahkan kedalam setiap tabung di atas.
6.      Diencerkan semua tabung tersebut dengan aquades sebanyak 5 cc kemudian sumbat dengan ibu jari serta kocok masing-masing tabung tersebut.
7.      Tabung B dan D dibiarkan terbuka sedangkan tabung A dan C tertutup dengan kapas.
8.      Semua tabung reaksi tersebut dimasukan kedalam gelas kimia dengan suhu air 40 0C.
9.      Dilakukan pengamatan perubahan warna yang terjadi setiap selang 10 menit selama 40 menit





     V.            Hasil dan Pembahasan
Hasil
 Tabel Hasil Pengamatan PerubahanWarna Larutan Percobaan
Tabung
Warna

Sebelum

Sesudah
10’
10’
10’
10’
A
Biru ++++
+++
++
++-
++-
B
Biru++++
++++
+++
+++-
+++-
C
Biru++++
++
++-
++--
+
D
Biru++++
+
+-
+--
+---
Keterangan:
++++    :biru pekat
+++      : biru
++        : biru memudar
+          : biru keabuabuan


    
Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa Tabung A dan B (Larutan Ragi yang dipanaskan) terjadi perubahan warna dalam jangka waktu yang lambat sedangkan tabung C dan D (Larutan ragi yang tidak dipanaskan) terjadi perubahan warna yang sangat cepat. Reaksi yang terjadi pada Larutan ragi (Saccharomyces cerevisiae) menunjukan bahwa larutan tersebut melakukan respirasi secara Anaerob Fakultatif karena pada semua perlakuan baik pada tabung yang ditutup dan dibuka terjadi perubahan warna. Kecepatan laju respirasi Saccharomyces cerevisiae optimal pada suhu 38-40oc.
  VI.            Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan:
1.      Dapat mengetahui respirasi sel pada larutan Saccharomyces cerevisiae yang ditandai dengan perubahan warna
2.      Dapat memahami proses respirasi anaerob Fakultatif yang ditandai dengan perubahan warna baik pada tabung yang ditutup dan dibuka.
3.      Dapat memahami proses oksidasi dalam masa respirasi yaitu pengurayan yang di bantu oleh enzim yang terdapat pada ragi menjadi Co dan etanol
4.      Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi pada hewan yaitu : suhu, ketersediaan oksigen, substrat itu sendiri.

Daftar Pustaka
diakses tanggal 8 November 2016

Soal!
1.      Apakah yang dimaksud dengan respirasi sel?
Jawab :
Respirasi sel adalah proses dimana makanan dipecah oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan oleh tubuh atau organisme dimana sel berbeda,respirasi terjadi dikedua sel tumbuhan dan hewan,dan umumnya memanfaatkan nutrisi glukosa,asam lemak,dan asam amino untuk menghasilkan energi
2.      Apakah yang dimaksud dengan oksidasi?
Jawab:
Oksidasi merupakan interaksi kontak langsung diantara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda dari benda mati hingga jaringan hidup seperti tumbuhan
Oksidasi akan terjadi ketika kontak antar unsur radikal bebas dan udara seperti oksigen dan air
Oksidasi bermanfaat untuk pembentukan aluminium yang tahan lama
3.      Apa sebabnya terjadi kecepatan perubahan warna antara tabung A,B, dengan tabung C dan D?
Jawab :
Karena adanya perbedaan perlakuan antara tabung A yang dipanaskan lalu ditutup dengan tabung B yang dipanaskan tetapi tidak ditutup,kemudian tabung  C  yang tidak dipanaskan tetapi ditutup dan tabung D yang tidak dipanaskan tetapi tidak ditutup sehingga terjadi ketersediaan oksigen yang mempengaruhi kecepatan laju respirasi.