LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM EKSKRESI
Diajukan untuk melengkapi tugas
dalam mata kuliah
Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti
Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh:
Mira
Novianti (14541002)
Hisny
Fadilaty (14541005)
Irma
Yuliana (14541017)
Hiban Alianur (14541021)
Ulfah
Mutia Khoerunnisa (14541032)
Rani
Aprianti (14541041)
Sarah
Nurhidayah (14541024)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT
2017
EKSKRESI
I.
Tujuan
1. Memeriksa
ada tidaknya glukosa dalam urine
2. Memeriksa
ada tidaknya albumin dalam urine (Heller’s Nitric acid test)
3. Memeriksa
ada tidaknya chlorida dalam urine
4. Mengenal
bau amonia dari hasil penguraian urea dalam urine
5. Membuktikan
adanya urea dalam urine
II.
Landasan
Teori
Sistem
urinaria terdiri atas ginjal, ureter, kantung kemih, uretra. Sistem ini
membantu mempertahankan homeostatis dengan menghasilkan urin yang merupakan
hasil sisa metabolisme. Ginjal mempertahankan susunan kimia cairan tubuh
melalui beberapa proses yaitu filtrasi plasma darah oleh glomerulus, absorpsi
kembali secara selektif zat-zat seperti garam, air, gula sederhana, asam amino
oleh tubulus, dan sekresi zat-zat oleh tubulus dalam bentuk urin. Proses
sekresi ini mengikutsertakan penahan kalium, asam urat, amino organik, dan ion
hidrogen yang berfungsi untuk memperbaiki komponen buffer darah dan
mengeluarkan zat-zat yang mungkin terjadi.
III.
Alat
dan Bahan
-
Urine
-
Larutan Benedict’s
-
Asam nitrat pekat
-
Larutan AgNO3 10
%
-
Asam oksalat
-
Tabung reaksi
-
Pipet
-
Lampu spirtus
-
Objek glass
IV.
Cara
Kerja
1.
Glukosa
dalam Urine
1) Mendidihkan
3 ml larutan benedict’s dalam tabung reaksi
2) Tambahkan
8 tetes urine ke dalam larutan tadi dan panaskan lagi selama 1-2 menit kemudian
biarkan dingin
3) Amati
adanya perubahan warna (endapan) yang terjadi, bila:
Hijau :
kadar glukosa 1 %
Merah :
kadar glukosa 1,5 %
Orange : kadar glukosa 2 %
Kuning : kadar glukosa 5 %
2.
Albumin
dalam urine
1) Masukkan
2 ml asam nitrit pekat ke dalam tabung reaksi
2) Miringkan
tabung reaksi tersebut kemudian tetesi urine dengan mempergunakan pipet secara
perlahan-lahan sehingga urine turun melalui sepanjang tabung
3) Bila
urine mengandung albumin akan terlihat adanya cincin berwarna putih yang
terdapat pada daerah konak urine dan asam nitrit
3.
Chlorida
dalam urine
1) Masukkan
5 ml urine ke dalam tabung reaksi kemudian tetesi dengan larutan AgNO3 1-2
tetes
2) Amati
perubahan yang terjadi, endapan putih menunjukan adanya chlorida radikal
4.
Amonia
dalam urine
1) Masukan
1 ml urine ke dalam tabung reaksi
2) Panaskan
dengan lampu spirtus
3) Ciumlah
bagaimana baunya
5.
Urea
dalam Urine
1) Teteskan
beberapa tetes urine pada objek glass, kemudian hadapkan pada cahaya matahari
biarkan sebgaian dari urine tersebut menguap
2) Tambahkan
setetes larutan jenuh asam oksalat
3) Amati
kristal urea oksalat yang terbentuk
V.
Hasil
pengamatan
1.
Glukosa
dalam Urine
|
Sampel urine
|
Hasil perubahan warna
urine
|
keterangan
|
|
Hiban Alianur
|
Tidak ada perubahan warna
|
Tidak adanya glukosa dalam urine
|
|
Saeful Milah
|
Tidak ada perubahan warna
|
Tidak adanya glukosa dalam urine
|
|
Rizki Fauzi
|
Adanya perubahan warna (hijau)
|
Adanya glukosa 1% dalam urine
|
|
Saprudin Amin
|
Tidak ada perubahan warna
|
Tidak adanya glukosa dalam urine
|
|
Yogi Harpani
|
Tidak ada perubahan warna
|
Tidak adanya glukosa dalam urine
|
2.
Albumin
dalam urine
|
Sampel urine
|
Hasil perubahan warna
akhir
|
keterangan
|
|
Hiban Alianur
|
Tidak terlihat cincin berwarna putih
|
Urine tidak mengandung albumin
|
|
Saeful Milah
|
Tidak terlihat cincin berwarna putih
|
Urine tidak mengandung albumin
|
|
Rizki Fauzi
|
Tidak terlihat cincin berwarna putih
|
Urine tidak mengandung albumin
|
|
Saprudin Amin
|
Tidak terlihat cincin berwarna putih
|
Urine tidak mengandung albumin
|
|
Yogi Harpani
|
Tidak terlihat cincin berwarna putih
|
Urine tidak mengandung albumin
|
3.
Chlorida
dalam urine
|
Sampel urine
|
Ada tidaknya endapan
putih
|
Keterangan
|
|
Hiban Alianur
|
Terdapat endapan
putih
|
Terdapat chlorida
pada urine
|
|
Yogi Harpani
|
Terdapat endapan
putih
|
Terdapat chlorida
pada urine
|
|
Rizki Fauzi
|
Terdapat endapan
putih
|
Terdapat chlorida
pada urine
|
|
Saepul Milah
|
Terdapat endapan putih
|
Terdapat chlorida
pada urine
|
|
Hendra Suherman
|
Terdapat endapan
putih
|
Terdapat chlorida
pada urine
|
4.
Amonia
dalam urine
Dari pengamatan yang
dilakukan terdapat pengamatan menunjukan tercium bau amonia pada semua sampel.
5.
Urea
dalam urine
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan terdaopat kandungan urea pada semua sampel urine.
VI.
Pembahasan
1.
Glukosa
dalam urine
Dari
hasil praktikum yang telah kami lakukan, tidak adanya glukosa dalam urine yang
menandakan urine tersebut sehat. Biasanya memang tidak ada glukosa dalam air seni. Tetapi pada
salah satu sampel terdapat gukosa 1 %. Adanya glukosa dalam urine (disebut
glukosuria) harus diwaspadai adanya gangguan atau penyakit. Jika glukosuria
bersama hiperglikemia (=peningkatan kadar gula dalam darah), maka kemungkinan
adalah: diabetes mellitus (DM), sindrom Cushing, penyakit pankreas, kelainan
susunan syaraf pusat, gangguan metabolisme berat (misalnya pada kebakaran
hebat, penyakit hati lanjut, sepsis, dsb), atau oleh karena obat-obatan
kortikosteroid, thiazide, obat kontrasepsi oral). Jika glukosuria tanpa
hiperglikemia dapat dijumpai pada : kelainan fungsi tubulus ginjal, kehamilan,
gula selain glukosa dalam urine atau makan buah-buahan sangat banyak.
2.
Albumin
dalam urine
Dari
hasil praktikum yang telah dilakukan mengani uji albumin pada urine, tidak
adanya cincin berwarna putih menunjukan tidak adanya alumin dalam urine itu
artinya urine tersebut sehat. Adanya albumin tinggi dalam urine atau yang
disebut imunologlobulin merupakan salah satu indikasi seseorang mengalami
proteinuria, itu terjadi karena terdapat protein dalam urine.
3.
Chlorida
dalam Urine
Dari
hasil penganmatan ini menunjukan bahwa terdapat endapan di semua sampel ini
menunjukan terdapat kandungan chlorida pada setiap sampel urine dan menunjukan
sampel urine sehat.
4.
Amonia
dalam urine
Dari
pengamatan yang dilakukan terdapat pengamatan menunjukan tercium bau amonia
pada semua sampel ini menujukan urine tersebut sehat.
5.
Urea
dalam urine
Dari
pengamatan menunjukan adanya kandungan urea pada sampel urine dengan ditandai
kristal urea yang terbentuk.
VII.
Pertanyaan
1.
Buatlah siklus
perubahan glukosa dalam tubuh dan jelaskan mengapa terjadi perubahan demikian!
Jawab:
glukosa berasal dari pemecahan amilum dan maltosa. Glukosa masuk siklus
glikolisis yang nantinya akan menghasilkan asam piruvat, selanjutnya pada tahap
siklus krebs dan transpor elektron untuk menghasilkan energi berupa ATP.
Perubahan ini terjadi agar glukosa mudah diserap dan memberikan energi pada
tubuh
2.
Bagaimanakah jumlah
glukosa dalam darah setelah beberapa saat anda makan? Bagaimana hubungannya
dengan kadar glukosa optimum darah?
Jawab:
jumlah glukosa dalam darah akan naik beberapa saat kita makan makanan yang
mengandung karbohidrat yang nantinya akan dipecah menjadi glukosa. Untuk
menjaga keoptimalan kadar glukosa dalam darah, kelebihan glukosa di dalam tubuh
tersebut akan disimpan dalam bentuk glukogen dalam hati atau otot sehingga
kadar glukosa dalam darah tetap dalam keadaan optimum.
3.
Apakah hubungannya
antara kadar albumin yang tinggi dalam urine dengan kesehatan yang
bersangkutan?
Jawab:
albumin merupakan molekul yang memilki berat yang besar. Apabila dalam urine
seseorang terdapat albumin, maka hal tersebut menunjukan indikasi adanya
kerusakan pada membrane kapsul endhotollium. Selain itu hal tersebut juga dapat
disebabkan oleh iritasi ginjal dikarenakan masuknya substansi seperti bakteri,
eter, atau logam berat.\
4. Chlorida
yang terdapat dalam urine berasal dari apa ? jelaskan !
Jawab: klorida
dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan
misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion.
Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang
5.
Apakah chlorida selalu
terdapat pada urine ?
Jawab:
Klorida bersama potasium juga ditemukan dalam sistem pernafasan manusia
6.
Tuliskan reaksi yang
terjadi pada percobaan di atas bila uji tersebut positif!
Jawab
: NaCl Na+
+ Cl-
AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3
7.
Berasal dari apakah
amonia dalam urine tersebut?
Jawab:
Berasal dari hasil deaminasi asam amino yang terjadi terutama didalam hati dan
ginjal
8.
Enzim yang bekerja?
Jawab:
Enzim pepsin
9. Jelaskan
bagaimanakah terbentuk urea dalam tubuh
Jawab:
asam amino tersebut akan mengalami deaminasi. Deaminasi merupakan pemindahan
gugus amin (-NH) dari asam amino. Deaminasi mengakibatkan terkumpulnya amonia
yang bersifat racun. Hati dengan bantuan enzim arginase akan mengubah arginin
(salah satu asam amino esensial) menjadi ornitin dan urea
10. Bagaimanakah
mekanisme pengeluaran urea dalam tubuh
Jawab:
Urea akan dibuang melalui ginjal, sedangkan ornitin akan mengikat amonia yang
bersifat racun dan akan dikeluarkan ke dalam empedu dan urin
VIII. Kesimpulan
Dari
hasil praktikum yang telah dilakukan dapat mengetahui adanya tidaknya kandungan
glukosa, albumin, chlorida pada sampel urine yang diambil serta dapat mengtahui
kandungan amonia dalam urine yang ditandai dengan tercium bau amonia dan dapat
mengetahui adanya urea dalam urine yang ditandai dengan terbentuknya kristal.


