Jumat, 27 Januari 2017

Laporan Praktikum Fiswan "Sistem Ekskresi"



LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM EKSKRESI
Diajukan untuk melengkapi tugas dalam mata kuliah Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh:
Mira Novianti                          (14541002)
Hisny Fadilaty                         (14541005)
Irma Yuliana                            (14541017)     
Hiban Alianur                          (14541021)
Ulfah Mutia Khoerunnisa         (14541032)
Rani Aprianti                           (14541041)
Sarah Nurhidayah                    (14541024)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT
2017


EKSKRESI
I.                   Tujuan
1.      Memeriksa ada tidaknya glukosa dalam urine
2.      Memeriksa ada tidaknya albumin dalam urine (Heller’s Nitric acid test)
3.      Memeriksa ada tidaknya chlorida dalam urine
4.      Mengenal bau amonia dari hasil penguraian urea dalam urine
5.      Membuktikan adanya urea dalam urine
II.                Landasan Teori
            Sistem urinaria terdiri atas ginjal, ureter, kantung kemih, uretra. Sistem ini membantu mempertahankan homeostatis dengan menghasilkan urin yang merupakan hasil sisa metabolisme. Ginjal mempertahankan susunan kimia cairan tubuh melalui beberapa proses yaitu filtrasi plasma darah oleh glomerulus, absorpsi kembali secara selektif zat-zat seperti garam, air, gula sederhana, asam amino oleh tubulus, dan sekresi zat-zat oleh tubulus dalam bentuk urin. Proses sekresi ini mengikutsertakan penahan kalium, asam urat, amino organik, dan ion hidrogen yang berfungsi untuk memperbaiki komponen buffer darah dan mengeluarkan zat-zat yang mungkin terjadi.
III.             Alat dan Bahan
-          Urine
-          Larutan Benedict’s
-          Asam nitrat pekat
-          Larutan AgNO3 10 %
-          Asam oksalat
-          Tabung reaksi
-          Pipet
-          Lampu spirtus
-          Objek glass
IV.             Cara Kerja
1.      Glukosa dalam Urine
1)      Mendidihkan 3 ml larutan benedict’s dalam tabung reaksi
2)      Tambahkan 8 tetes urine ke dalam larutan tadi dan panaskan lagi selama 1-2 menit kemudian biarkan dingin
3)      Amati adanya perubahan warna (endapan) yang terjadi, bila:
Hijau              : kadar glukosa 1 %
Merah             : kadar glukosa 1,5 %
Orange            : kadar glukosa 2 %
Kuning            : kadar glukosa 5 %
2.      Albumin dalam urine
1)      Masukkan 2 ml asam nitrit pekat ke dalam tabung reaksi
2)      Miringkan tabung reaksi tersebut kemudian tetesi urine dengan mempergunakan pipet secara perlahan-lahan sehingga urine turun melalui sepanjang tabung
3)      Bila urine mengandung albumin akan terlihat adanya cincin berwarna putih yang terdapat pada daerah konak urine dan asam nitrit
3.      Chlorida dalam urine
1)      Masukkan 5 ml urine ke dalam tabung reaksi kemudian tetesi dengan larutan AgNO3 1-2 tetes
2)      Amati perubahan yang terjadi, endapan putih menunjukan adanya chlorida radikal
4.      Amonia dalam urine
1)      Masukan 1 ml urine ke dalam tabung reaksi
2)      Panaskan dengan lampu spirtus
3)      Ciumlah bagaimana baunya
5.      Urea dalam Urine
1)      Teteskan beberapa tetes urine pada objek glass, kemudian hadapkan pada cahaya matahari biarkan sebgaian dari urine tersebut menguap
2)      Tambahkan setetes larutan jenuh asam oksalat
3)      Amati kristal urea oksalat yang terbentuk

V.                Hasil pengamatan 

1.      Glukosa dalam Urine

Sampel urine
Hasil perubahan warna urine
keterangan
Hiban Alianur
Tidak ada perubahan warna
Tidak adanya glukosa dalam urine
Saeful Milah
Tidak ada perubahan warna
Tidak adanya glukosa dalam urine
Rizki Fauzi
Adanya perubahan warna (hijau)
Adanya glukosa 1% dalam urine
Saprudin Amin
Tidak ada perubahan warna
Tidak adanya glukosa dalam urine
Yogi Harpani
Tidak ada perubahan warna
Tidak adanya glukosa dalam urine

2.      Albumin dalam urine
Sampel urine
Hasil perubahan warna akhir
keterangan
Hiban Alianur
Tidak terlihat cincin berwarna putih
Urine tidak mengandung albumin
Saeful Milah
Tidak terlihat cincin berwarna putih
Urine tidak mengandung albumin
Rizki Fauzi
Tidak terlihat cincin berwarna putih
Urine tidak mengandung albumin
Saprudin Amin
Tidak terlihat cincin berwarna putih
Urine tidak mengandung albumin
Yogi Harpani
Tidak terlihat cincin berwarna putih
Urine tidak mengandung albumin

3.      Chlorida dalam urine
Sampel urine
Ada tidaknya endapan putih
Keterangan
Hiban Alianur
Terdapat endapan putih 
Terdapat chlorida pada urine
Yogi Harpani
Terdapat endapan putih 
Terdapat chlorida pada urine
Rizki Fauzi
Terdapat endapan putih 
Terdapat chlorida pada urine
Saepul Milah
Terdapat endapan putih 
Terdapat chlorida pada urine
Hendra Suherman
Terdapat endapan putih 
Terdapat chlorida pada urine

4.      Amonia dalam urine
Dari pengamatan yang dilakukan terdapat pengamatan menunjukan tercium bau amonia pada semua sampel.
5.      Urea dalam urine

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan terdaopat kandungan urea pada semua sampel urine.
VI.             Pembahasan
1.      Glukosa dalam urine
Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan, tidak adanya glukosa dalam urine yang menandakan urine tersebut sehat. Biasanya memang tidak ada glukosa dalam air seni. Tetapi pada salah satu sampel terdapat gukosa 1 %. Adanya glukosa dalam urine (disebut glukosuria) harus diwaspadai adanya gangguan atau penyakit. Jika glukosuria bersama hiperglikemia (=peningkatan kadar gula dalam darah), maka kemungkinan adalah: diabetes mellitus (DM), sindrom Cushing, penyakit pankreas, kelainan susunan syaraf pusat, gangguan metabolisme berat (misalnya pada kebakaran hebat, penyakit hati lanjut, sepsis, dsb), atau oleh karena obat-obatan kortikosteroid, thiazide, obat kontrasepsi oral). Jika glukosuria tanpa hiperglikemia dapat dijumpai pada : kelainan fungsi tubulus ginjal, kehamilan, gula selain glukosa dalam urine atau makan buah-buahan sangat banyak.
2.      Albumin dalam urine
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan mengani uji albumin pada urine, tidak adanya cincin berwarna putih menunjukan tidak adanya alumin dalam urine itu artinya urine tersebut sehat. Adanya albumin tinggi dalam urine atau yang disebut imunologlobulin merupakan salah satu indikasi seseorang mengalami proteinuria, itu terjadi karena terdapat protein dalam urine.
3.      Chlorida dalam Urine
Dari hasil penganmatan ini menunjukan bahwa terdapat endapan di semua sampel ini menunjukan terdapat kandungan chlorida pada setiap sampel urine dan menunjukan sampel urine sehat.
4.      Amonia dalam urine
Dari pengamatan yang dilakukan terdapat pengamatan menunjukan tercium bau amonia pada semua sampel ini menujukan urine tersebut sehat.
5.      Urea dalam urine
Dari pengamatan menunjukan adanya kandungan urea pada sampel urine dengan ditandai kristal urea yang terbentuk.  

VII.          Pertanyaan
1.      Buatlah siklus perubahan glukosa dalam tubuh dan jelaskan mengapa terjadi perubahan demikian!
Jawab: glukosa berasal dari pemecahan amilum dan maltosa. Glukosa masuk siklus glikolisis yang nantinya akan menghasilkan asam piruvat, selanjutnya pada tahap siklus krebs dan transpor elektron untuk menghasilkan energi berupa ATP. Perubahan ini terjadi agar glukosa mudah diserap dan memberikan energi pada tubuh
2.      Bagaimanakah jumlah glukosa dalam darah setelah beberapa saat anda makan? Bagaimana hubungannya dengan kadar glukosa optimum darah?
Jawab: jumlah glukosa dalam darah akan naik beberapa saat kita makan makanan yang mengandung karbohidrat yang nantinya akan dipecah menjadi glukosa. Untuk menjaga keoptimalan kadar glukosa dalam darah, kelebihan glukosa di dalam tubuh tersebut akan disimpan dalam bentuk glukogen dalam hati atau otot sehingga kadar glukosa dalam darah tetap dalam keadaan optimum.
3.      Apakah hubungannya antara kadar albumin yang tinggi dalam urine dengan kesehatan yang bersangkutan?
Jawab: albumin merupakan molekul yang memilki berat yang besar. Apabila dalam urine seseorang terdapat albumin, maka hal tersebut menunjukan indikasi adanya kerusakan pada membrane kapsul endhotollium. Selain itu hal tersebut juga dapat disebabkan oleh iritasi ginjal dikarenakan masuknya substansi seperti bakteri, eter, atau logam berat.\
4.      Chlorida yang terdapat dalam urine berasal dari apa ? jelaskan !
Jawab: klorida dalam urin berasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion. Klorida akan selalu ada di dalam urin seseorang
5.      Apakah chlorida selalu terdapat pada urine ?
Jawab: Klorida bersama potasium juga ditemukan dalam sistem pernafasan manusia
6.      Tuliskan reaksi yang terjadi pada percobaan di atas bila uji tersebut positif!
Jawab :   NaCl                                   Na+ + Cl-
               AgNO3 + NaCl                   AgCl + NaNO3
7.      Berasal dari apakah amonia dalam urine tersebut?
Jawab: Berasal dari hasil deaminasi asam amino yang terjadi terutama didalam hati dan ginjal
8.      Enzim yang bekerja?
Jawab: Enzim pepsin
9.      Jelaskan bagaimanakah terbentuk urea dalam tubuh
Jawab: asam amino tersebut akan mengalami deaminasi. Deaminasi merupakan pemindahan gugus amin (-NH) dari asam amino. Deaminasi mengakibatkan terkumpulnya amonia yang bersifat racun. Hati dengan bantuan enzim arginase akan mengubah arginin (salah satu asam amino esensial) menjadi ornitin dan urea
10.  Bagaimanakah mekanisme pengeluaran urea dalam tubuh
Jawab: Urea akan dibuang melalui ginjal, sedangkan ornitin akan mengikat amonia yang bersifat racun dan akan dikeluarkan ke dalam empedu dan urin

VIII. Kesimpulan
         Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat mengetahui adanya tidaknya kandungan glukosa, albumin, chlorida pada sampel urine yang diambil serta dapat mengtahui kandungan amonia dalam urine yang ditandai dengan tercium bau amonia dan dapat mengetahui adanya urea dalam urine yang ditandai dengan terbentuknya kristal.