Sabtu, 15 Oktober 2016

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN KE-1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
“Proses Pencernaan Makanan pada Paramecium sp.
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.,

Disusun Oleh :
Mira Novianti                          (14541002)
Hisny Fadilaty                         (14541005)
Irma Yuliana                            (14541017)
Hiban Alianur                          (14541021)
Sarah Nur Hidayah                  (14541024)
Ulfah Mutia Khoerunnisa        (14541032)
Rani Aprianti                           (14541041)


JURUSAN  PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT
2016

PROSES PENCERNAAN MAKANAN PADA Paramecium sp.
I. Tujuan Praktikum
            Untuk mengetahui proses pencernaan makanan dan pengeluaran sisa makanan yang tidak dicerna  (defekasi) pada Paramecium sp. Serta mengetahui arah pergerakan vakuola makanan pada Paramecium sp.
II. Alat dan Bahan 
  Alat
  • Mikroskop
  • Pipet tetes
  •  Gelas ukur
  •  Pembakar spirtus
  • Spatula
  •  Termometer
  • Kaki tiga
  • Kasa Asbes
  • Kaca objek dan cover glass
  • Kapas
  • Gelas kimia
  • Corong

           Bahan :
  • Air Rendaman Jerami
  • Larutan ragi
  • Carmin 
III. Landasan Teori
A. Paramecium sp.
Paramecium merupakan organisme dari kelas Cilliata, filum Protozoa. Paramecium dicirikan dengan adanya silia yang berfungsi sebagai alat gerak. Paramecium berhabitat di air tawar dan mudah ditemukan pada sisa tumbuhan yang membusuk.
B. Struktur Paramecium sp.
Fungsi dari bagian-bagian tubuh paramecium adalah sebagai berikut :
-          Silia, berfungsi membantu pergerakan Paramecium sp. berbentuk seperti rambut.
-          Rongga Mulut, berfungsi mengumpulkan dan mengarahkan makanan ke dalam mulut sel.
-          Pori Anal, berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh.
-          Vakuola Kontraktil (Vakuola berdenyut), berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair dengan berkontraksi/berdenyut.
-          Vakuola Makanan, berfungsi untuk mencerna makanan sambil mengedarkan ke seluruh sel.
-          Sitoplasma, berfungsi sebagai cairan antar sel yang dibutuhkan untuk komponen sel penting
-          Macronucleus, berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi.
-          Mikronukleus, berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar.
C. Pergerakan Paramecium sp.
Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Cara menangkap makanannya adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya. Pergerakana siklosis pada Paramecium sp. berlawanan arah jarum jam.
D. Proses Pencernaan Paramecium sp.
Pada paramecium, pencernaan makanan terjadi dalam vakuola makanan. Vakuola makanan merupakan organel yang berfungsi untuk menerima makanan, mencerna makanan, dan mengedarannya ke seluruh bagian sel dengan cara mengelilingi sel. Awalnya makanan masuk ke dalam sel melalui “rongga mulut” (oral groove), lalu masuk ke dalam sitostoma. Kemudian makanan akan didorong masuk ke dalam sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan dorongan air yang masuk. Ketika makanan mencapai bagian dasar sitofaring, vakuola makanan akan dibentuk.
Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerak siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah protease, karbohidrase, dan esterase yang disekresikan oleh lisosom ke dalam vakuola makanan. Vakuola makanan yang bergerak secara siklosis akan mengecil ukurannya secara bertahap karena proses digesti dan absorpsi.
Dalam praktiknya Congo Red akan mengubah warna pada vakuola makanan Paramecium yang menandakan adanya proses pencernaan makanan dan terjadi perubahan pH. Perubahan pH pada vakuola makanan paramecium selama proses pencernaan makanan disebabkan karena adanya enzim-enzim yang diekskresikan oleh lisosom. Untuk mencerna makanan, lisosom akan berfusi dengan vakuola makanan. Enzim-enzim pada lisosom akan bekerja optimal pada pH sekitar 5. Jadi ketika sediaan makanan berupa ragi dan Congo Red masuk ke dalam vakuola makanan, keadaan vakuola makanan yang pada awalnya bersifat basa akan berubah menjadi bersifat asam untuk mengoptimalkan kerja enzim-enzim yang dihasilkan oleh lisosom. Setelah proses pencernaan makanan selesai, maka vakuola makanan dan lisosom yang awalnya berfusi akan berpisah kembali. Lisosom terpisah dari vakuola makanan dengan membawa enzim-enzim yang tadi dibawanya. Hal ini menyebabkan suasana pada vakuola makanan kembali menjadi basa.
Setelah makanan dicerna, ada bagian dari substansi makanan yang diabsorpsi masuk kedalam darah untuk diangkut menuju ke sel jaringan, namun ada juga bagian dari substansi makanan yang tidak dapat dicerna (dalam bentuk zat buangan). Zat buangan ini disimpan untuk sementara untuk kemudian dibuang keluar melalui sitopage. Proses pembuangan ini disebut defekasi.

IV. Langkah Kerja

1. Untuk Membuat Kultur Murni Paramecium sp.
  1. 2 buah gelas kimia disiapkan dan diberi label A dan B, kemudian ditambahkan air kotor 500mL pada masing-masing gelas kimia tersebut.
  2. Gelas A diberi jerami secukupnya dan dipanaskan sampai mencapai suhu 100oC, dan didingkan sampai suhu dibawah 37oC.
  3. Gelas B yang berisi air kotor 500 ml dipanaskan sampai mencapai suhu 100oC, dan didingkan sampai suhu dibawah 37oC. Kemudian ditambahkan jerami secukupnya.
  4. Cari dengan mikroskop sekitar 50 Paramecium sp. dari media air kotor yang tidak dipanaskan. 
  5. Masing-masing gelas A dan B ditambahkan 25 Paramecium sp yang telah didapat pada prosedur keempat.
  6. Tutup media rendaman air jerami dengan plastik yang diberi lubang atau dengan kain dan diamkan selama 4 hari di suhu ruang.
  7. Lakukan hal yang sama sebanyak 2x pengulangan.
2. Untuk Mengamati Proses Pencernaan Makanan Pada Paramecium sp.
  1. Media kultur dibuka penutupnya, kemudian teteskan 1 tetes kultur Paramecium sp. pada objek gelas dan dibubuhkan sedikit kapas.
  2. Larutan ragi yang telah ditambahkan carmin diteteskan kedalam gelas objek, kemudian ditutup dengan cover glass.
  3. Diamati bagaimana terbentuknya vakuola makanan dan gerakan vakuola (siklosis sampai proses eksositosis).
V. Hasil Pengamatan
            Hasil pengamatan proses pencernaan makanan pada Paramecium sp. sebagai berikut :
(i)  Gambar atas adalah hasil pengamatan dibawah mikroskop dari proses pencernaan makanan Paramecium sp. .
(ii) Gambar bawah adalah sketsa tangan proses pencernaan makanan Paramecium sp.
(iii) Gambar dari sumber referensi proses pencernaan makanan Paramecium sp. 

(source : google)

VI. Pembahasan
            Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, preparat kultur Paramecium yang ditetesi larutan ragi dengan penambahan carmin memudahkan dalam terlihatnya proses pencernaan makanan yang masuk ke dalam tubuh Paramecium sp tersebut. Meskipun Paramecium yang diamati masih berukuran kecil.
            Paramecium merupakan hewan uniseluler yang melakukan proses pencernaan makanannya dilakukan secara intraseluler. Proses pencernaan makanan pada Paramecium dimulai dari makanan yang ditangkap oleh silia yang bergetar diseluruh tubuh Paramecium, lalu makanan masuk lewat lekukan mulut. Kemudian makanan masuk ke sitoplasma dan akan didorong masuk ke sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan dorongan air yang masuk, dan akan membentuk vakuola makanan. Vakuola makanan berfungsi untuk menerima makanan, mencerna makanan, dan mengedarannya ke seluruh bagian sel dengan cara mengelilingi sel.
Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerak siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah protease, karbohidrase, dan esterase yang disekresikan oleh lisosom ke dalam vakuola makanan.
Ukuran vakuola akan mengecil dengan cepat seiring dengan makanan yang terabsorpsi dengan bantuan enzim pencernaan dalam tubuhnya. Kenaikan pH dan penurunan pH sangat cepat dalam vakuola makanan. Vakuola kontraktil membuang sisa makanan dan limbah mikroorganisme dan kelebihan cairan dalam sel. Ada dua tahap dalam cara kerja vakuola kontraktil yaitu diastol dan sistol.
Fase diastol pada vakuola kontraktil berupa memasukan air atau mengumpulkan air ke dalam vakuola (ekspansi). Sedangkan Fase sistol vakuola kontraktil bekerja dengan mengeluarkan cairan yang telah dikumpulkan ke luar sel berdasarkan kanal atau saluran khusus pada sitoplasma sel.
VII. Kesimpulan
            Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Paramecium hasil kultur sebanyak triplo dengan perlakuan yang berbeda pada pemberian nutrisi (jerami) terlihat bahwa pada Gelas A (jerami dididihkan) ukuran Paramecium lebih besar-besar, sedangkan pada Gelas B (jerami tidak dididihkan) ukuran Paramecium lebih kecil-kecil namun lebih banyak jumlahnya. Ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena fase pembelahan sedang terjadi sehingga paramecium cenderung lebih kecil ukurannya, atau faktor genetiknya memang kecil, atau faktor lainnya
Selain itu kita dapat mengetahui proses pencernaan makanan pada Paramecium, proses terbentuknya vakuola makanan, pergerakan paramecium, dan arah pergerakan paramecium.
VIII. Daftar Pustaka
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta : DIKTI Departemen Pendidikan Nasional.
Wulangi, Kartolo S. 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Bandung : ITB


Pertanyaan
1. Bagaimana terjadinya Vakuola makanan?
Jawab : Dimulai dari makanan yang ditangkap oleh silia yang bergetar diseluruh tubuh Paramecium, lalu makanan masuk lewat lekukan mulut. Kemudian makanan masuk ke sitoplasma dan akan didorong masuk ke sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan dorongan air yang masuk, sehingga akan membentuk vakuola makanan.
2. Apakah Vakuola makanan itu bergerak?
Jawab : Iya, Vakuola makanan tersebut bergerak, yang sering disebut siklosis.
3. Jika bergerak, kemanakah arahnya dan berapa lama sampai terjadinya defekasi?
Jawab : Arah gerak dari vakuola makanan berlawanan arah jarum jam. Terjadi begitu cepat tergantung bantuan enzim pencernaan dalam menyerap dan menyebarkan makanan ke seluruh tubuh selnya.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar