AKTIVITAS ENZIM
AMYLASE
Diajukan untuk melengkapi tugas dalam mata kuliah Praktikum
Fisiologi Hewan yang diampu
Oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh :
Mira Novianti (14541002)
Hisny Fadilaty (14541005)
Irma Yuliana 14541017)
Hiban Alianur (14541021)
Ulfah Mutia Khoerunnisa (14541032)
Rani Aprianti (14541041)
Sarah Nurhidayah (14541024)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT
2016
AKTIVITAS ENZIM AMYLASE
A.
Tujuan
1.
Menegetahui dan
memahami proses pencernaan makanan dengan bantuan saliva
2.
Untuk mengetahui
pengaruh temperatur terhadap kerja enzim amilase
B.
Alat dan Bahan
1.
Alat :
a.
Tabung reaksi
b.
Gelas kimia
c.
Alat penanggas
air dengan pengaturan suhu
d.
Bunsen
e.
Elenmeyer
f.
Corong
g.
Termometer
h.
Spatula
i.
Penjepit tabung
reaksi
j.
Pipet tetes
2.
Bahan :
a.
Saliva
b.
Kain kasa
c.
Larutan iodium
d.
Larutan amilum
C.
Landasan Teori
a. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah
atau air liur (saliva). Kelenjar ludah diantaranya :Kelenjar parotis,
terletak di bawah telinga.
- Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
- Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Letak kelenjar ludah
di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar berikut.
a. Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang
berbentuk cair. Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis
menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk
memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi untuk membasahi dan
melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi
selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa. Di dalam ludah terdapat
enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi
mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum)
menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh
organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada
pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC
b.
Enzim Amilase
Tahukah anda bahwa air liur mengandung
sejenis enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan makananan ? enzim tersebut
bernama enzim ptialin. Tapi karena memiliki kemampuan untuk mengubah amilum
menjadi maltosa,, maka enzim ptialin ini disebut juga enzim amilase. Enzim
dalam air liur diproduksi oleh kelenjar sativa dalam mulut. Fungsi enzim
amilase dalam air liur adalah untuk mengubah amilum menjadi glukosa dan
maltosa.
Enzim ptialin yang terdapat pada air liur
merupakan enzim amilase dari jenis α-amilase. Enzim α-amilase ini adalah jenis
enzim amilase yang hanya berfungsi dalam proses perubahan karbohidrat menjadi
glukosa dan maltosa. Enzim α-amilase tidak dapat digunakan untuk memecah
senyawa lain selain dari pada karbohidrat.
Maltosa merupakan hasil penguraian dari
senyawa karbohidrat. Maltosa adalah sejenis disakarida yang terdapat dalam usus
manusia sebagai hasil dari penguraian amilum oleh enzim amilase. Selain dalam
usus manusia, maltosa juga di jumpai pada biji-bijian yang berkecambah. Dimana
pada fase itu juga terjadi penguraian atau pemecahan pati menjadi gula
sederhana.
Amilase adalah enzim yang mengkatalis
pemecahan pati menjadi gula. Amilase hadir pada manusia di bagian air liur,
dimana mereka memulai proses kimia pencerrnaan. Makanan yang mengandung pati
banyak, tetapi sedikit gula, seperti beras dan kentang, rasa sedikit manis
karena mereka mengunyah karena ternyata beberapa amilase pati mereka menjadi
gula di dalam mulut. Para pankreas juga membuat α-amilase untuk menghidrolisis
pati makanan menjadi disakarida dan trisacharides yang di konversi oleh enzim
lain untuk glukosa untuk memasok tubuh dengan energi. Tumbuhan dan beberapa
bakteri juga menghasilkan amilase. Sebagai diastase, amilase adalah enzim
pertama yang ditemukan dan diisolasi (oleh Anselme Payen pada tahun 1833).
Amilase khusus protein yang ditunjuk oleh huruf Yunani yang berbeda. Semua
amilase adalah hidrolisis glukosida dan bertindak atas α-1,4-obligasi
glikosidik.
c.
Klasifikasi Enzim Amilase
Enzim α-amilase adalah kalsium
metalloenzymes, sama sekali tidak berfungsi tanpa adanya kalsium. Dengan
bertindak di lokasi secara acak disepanjang rantai pati α-amilase amilase
memecah bawah rantai panjang karbohidrat, akhirnya mengasilkan maltotriose dan
maltosa dari amilosa, atau maltosa, glukosa dan dekstrin batas dari
amilopektin. Karena bisa bertindak dimana saja di substrat, α-amilase cenderung
lebih cepat aktif daripada β-amilase. Pada hewan, itu adalah utama pencernaan
enzim dan pH optimum adalah 6,7-7,0.
Dalam fisiologi manusia, baik amilase saliva
dan pankreas adalah α-amilase. Hal ini dibahas lebih detail banyak di
α-amilase, juga ditemukan di tanaman jamur.
Kedua α-amilase dan β-amilase yang hadir
dalam biji, β-amilase hadir dalam bentuk yang tidak aktif sebelum
perkecambahan, sedangkan α-amilase dan protease muncul sekali perkecambahan
telah dimulai. Sereal amilase gandum adalah kunci untuk produksi malt. Banyak
mikroba yang memproduksi amilase untuk menurunkan pati ekstraseluler. Hewan
jaringan tidak mengandung β-amilase, meskipun mungkin ada dalam mikroorganisme
terkandung dalam saluran pencernaan.
d.
Sumber Enzim Amilase
Amilase (alfa-betha-glukoamilase) merupakan
enzim yang penting dalam bidang pangan dan bioteknologi. Amilase dapat
diperoleh dari berbagai sumber seperti tanaman, binatang dan mikroorganisme.
Secara komersial penggunaan mikroba dianggap lebih protektif karena mudah
tumbuh, cepat dihasilkan dan kondisi lingkungan dapat dikondisikan.
Produksi enzim amilase dapat menggunakan
berbagai sumber carbon. Contoh-contoh sumber karbon yang murah adalah sekam,
molase, tepung, tepung jagung, jagung, limbah tapioka dan sebagainya. Jika
digunakan limbah sebagai substrat, maka limbah tadi dapat diperkaya nutrisinya
untuk mengoptimalkan produksi enzim. Sumber karbon yang dapat digunakan sebagai
suplemen antara lain : pati, sukrosa, maltosa, dekstyrosa, fruktosa, dan glukosa.
Sumber nitrogen sebagai suplemen antara lain : pepton, tripton, ekstrak daging,
ekstrak khamir, amonium sulfat, amonium sulfat, tepung kedelai, urea dan
natrium sulfat.sumber enzim kasar dapat diukur aktivitas enzimnya dengan cara
campur enzim dengan seluble strach 1% dalam bufer sodium asetat 0,1 M (pH 0,6)
pada suhu 50 C selama 5 menit. Ukur glukosa yang dihasilkan. Satu unit
aktivitas dijabarkan sebagai jumlah enzim yang memberikan 1 mg glukosa permenit
pada 50 C.
e.
Fungsi dan Peranan Amilase Dalam Kehidupan
Didalam mulut makanan bercampur dengan air
ludah yang mengundang enzim amilase. Enzim amilase bekerja mencegah karbohidrat
rantai panjang seperti amilum dan dekstrin, akan diurai menjadi molekul yang
lebih sederhana yaitu maltosa. Sedangkan air ludah berguna untuk melicinkan
makanan agar mudah ditelan. Hanya sebagian kecil amilum yang dapat dicerna di
dalam mulut, oleh karena makanan sebentar saja berada di dalam rongga mulut.
Oleh karena itu sebaiknya makanan dikunyah lebih lama agar memberi kesempatan
lebih banyak pemecahan amilum di rongga
mulut. Dengan proses mekanik, makanan ditelan melalui kerongkongan dan
selanjutnya akan memasuki lambung.
D.
Cara Kerja
1.
Saliva
yang telah terkumpuldari semua praktikum kemudian disaring dengan kain kasar
sebanyak 20mL.
2.
Tiga buah
penangas air disiapkan, Gelas A dipanaskan sampai suhu 90o C, Gelas
B dipanaskan sampai suhu 37-38o C, Gelas C tidak dipanaskan (24oC)
3.
Larutan amilum
disiapkan masing-masing sebanyak 5 ml ke dalam tiga tabung reaksi.
4.
Tabung reaksi
yang berisi larutan amylum dipanaskan ke dalam gelas kimia A,B dan C selama 10
menit dengan menjaga kestabilan suhu air.
5.
Setelah 10 menit
kemudian pada masing-masing tabung reaksi di masukan 15 tetes saliva yang telah
di saring dan mencatat waktu pemasukan.
6.
Setiap interval
1 menit di lakukan tes dengan larutan lugol sampai terjadi titik achromatis dan
mencatat waktunya.
7.
Selama pengujian
aktivitas enzim amylase tabung reaksi tidak boleh di keluarkan dan menjaga
masing-masing penangas air agar tetap konstan.
8.
Kemudian
membandingkan hasil dari masing-masing tabung percobaan.
E.
Hasil Pengamatan
a.
Perubahan Warna Larutan dengan T >90oC
No
|
Waktu (menit)
|
Perubahan Warna
|
1.
|
0
|
+++
|
2.
|
1
|
-
|
3.
|
2
|
+
|
4.
|
3
|
+
|
5.
|
4
|
-
|
6.
|
5
|
-
|
7.
|
6
|
+
|
8.
|
7
|
+
|
9.
|
8
|
+
|
10.
|
9
|
+
|
11.
|
10
|
+
|
b.
Perubahan Warna Larutan dengan T 37oC-38oC
No
|
Waktu (menit)
|
Perubahan Warna
|
1.
|
0
|
+++
|
2.
|
1
|
+++
|
3.
|
2
|
+++
|
4.
|
3
|
++
|
5.
|
4
|
++
|
6.
|
5
|
+
|
7.
|
6
|
+
|
8.
|
7
|
+
|
9.
|
8
|
+
|
10.
|
9
|
+
|
11.
|
10
|
Rusak
|
c.
Perubahan Warna Larutan dengan T <24oC
No
|
Waktu (menit)
|
Perubahan Warna
|
1.
|
0
|
+++
|
2.
|
1
|
-
|
3.
|
2
|
-
|
4.
|
3
|
++
|
5.
|
4
|
+
|
6.
|
5
|
+
|
7.
|
6
|
+
|
8.
|
7
|
+
|
9.
|
8
|
+
|
10.
|
9
|
+
|
11.
|
10
|
+
|
Ketereangan
:
Biru
pekat : +++
Biru : ++
Biru
pudar : +
Tidak
ada perubahan warna : -
F.
Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan mengenai
aktivitas enzim amylase dapat diketahui bahwa enzim amylase bekerja optimal
pada suhu 37-38oC sehingga pada suhu kurang atau lebih dari 37-38oC enzim amylase kurang bekerja secara optimal
Pada suhu 24oC enzim amylase tidak bekerja
secara optimal di tandai dengan lamanya perubahan warna larutan dari warna
putih menjadi warna ke kuningan dengan adanya endapan warna putih . Sedangkan
pada suhu37-38oC kerja enzim
optimum di tandai dengn perubahan warna yang cepat ketika di tambahkan
indikator lugol dari warna putih menjadi biru pudar dan menjadi putih kembali.
Dengan adanya endapan di bagian bawah tabung reaksi
Pada suhu > 90oC
terjadi kerusakan pada enzim amylase karena kenaikan suhu yang ekstrim. Ditandai
dengan adanya gumpalan pada bagian bawah tabung reaksi yang menyebabkan enzim
tidak bekerja.
f.
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa suhu mempengaruhi kerja enzym amilase. Enzym amilase bekerja
pada suhu tertentu. Suhu37-38oC adalah suhu yang optimum untuk enzim
amilase bekerja disebut titiki Archomatis. Selain itu, kami dapat mengetahui
dan memahami proses pencernaan makanan dengan bantuan saliva dimana di dalam
saliva itu terdapat enzim amilase yang berfungsi untuk merombak karbohidrat
menjadi glukosa
G. Daptar Pustaka
- http://tatangsma.com/2015/02/struktur-molekul-adenosin-trifosfat-atp.html
- http://googleweblight.com/2lite-url=http://edu.autada.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar